Selamat Datang di SMP Negeri 2 Karangjambu

Berprestasi, Berkarakter Luhur, dan Berwawasan Lingkungan.

Selamat Datang di SMP Negeri 2 Karangjambu

Berprestasi, Berkarakter Luhur, dan Berwawasan Lingkungan.

Selamat Datang di SMP Negeri 2 Karangjambu

Berprestasi, Berkarakter Luhur, dan Berwawasan Lingkungan.

Selamat Datang di SMP Negeri 2 Karangjambu

Berprestasi, Berkarakter Luhur, dan Berwawasan Lingkungan.

Minggu, 14 Desember 2025

SMP Negeri 2 Karangjambu Gelar In House Training Implementasi Pembelajaran Mendalam



Karangjambu — SMP Negeri 2 Karangjambu menggelar kegiatan In House Training (IHT) dengan tema “Implementasi Pembelajaran Mendalam: Perencanaan, Pelaksanaan, dan Evaluasi.” Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi pendidik dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan berpusat pada peserta didik.

IHT ini menghadirkan narasumber Bapak Nokman Riyanto, S.Si., M.Pd., Kepala SMP Negeri 4 Karangjambu, yang membagikan pengalaman dan praktik baik dalam menerapkan pembelajaran mendalam (deep learning) di sekolah.

Dalam pemaparannya, Bapak Nokman Riyanto menekankan pentingnya perencanaan pembelajaran yang matang, pelaksanaan yang kontekstual, serta evaluasi yang tidak hanya mengukur hasil belajar, tetapi juga proses dan perkembangan peserta didik. Guru diajak untuk merancang pembelajaran yang mendorong kemampuan berpikir kritis, reflektif, kolaboratif, dan kreatif.

Kegiatan IHT berlangsung interaktif melalui diskusi, studi kasus, dan refleksi bersama. Para guru aktif berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi di kelas serta strategi implementasi pembelajaran mendalam yang dapat disesuaikan dengan karakteristik peserta didik SMP Negeri 2 Karangjambu.

Kepala SMP Negeri 2 Karangjambu dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada narasumber dan seluruh peserta IHT. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi bekal bagi guru untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

Melalui kegiatan In House Training ini, SMP Negeri 2 Karangjambu menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan profesionalisme guru dan menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kompetensi abad ke-21.

Paska ASAS, OSIS Gelar Class Meeting Permainan Tradisional Egrang dan Gatrik



Usai pelaksanaan ASAS, OSIS SMP Negeri 2 Karangjambu menggelar kegiatan Class Meeting yang sarat nilai kebersamaan dan pelestarian budaya. Kegiatan ini diisi dengan permainan tradisional egrang dan gatrik, yang diikuti dengan antusias oleh para siswa dari berbagai kelas.

Class Meeting ini bertujuan untuk memberikan ruang rekreasi edukatif bagi siswa setelah melewati rangkaian asesmen, sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas, kerja sama, dan kecintaan terhadap permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan.

Permainan egrang menuntut keseimbangan, keberanian, dan konsentrasi, sementara gatrik melatih ketangkasan, strategi, serta kekompakan tim. Sorak sorai dan tawa siswa mewarnai jalannya perlombaan, menciptakan suasana sekolah yang hangat dan penuh kegembiraan.

Pengurus OSIS sebagai panitia kegiatan menyampaikan bahwa pemilihan permainan tradisional ini dimaksudkan agar siswa tidak hanya terhibur, tetapi juga mengenal dan melestarikan budaya lokal melalui aktivitas yang menyenangkan dan bermakna.

Dengan terselenggaranya Class Meeting ini, diharapkan siswa dapat kembali beraktivitas dengan semangat baru, serta menyadari bahwa kebersamaan dan nilai-nilai budaya dapat tumbuh melalui permainan sederhana namun penuh makna.

Kamis, 11 Desember 2025

Ketika Sejarah, Iman, dan Budaya Menjadi Ruang Belajar: Outing Class SMP Negeri 2 Karangjambu

Selasa, 9 Desember 2025, halaman SMP Negeri 2 Karangjambu tampak berbeda dari biasanya. Selepas salat Magrib, para siswa berkumpul dengan wajah penuh antusias. Tas punggung tersandang rapi, tawa dan canda terdengar bersahut-sahutan. Malam itu, sebuah perjalanan belajar yang berkesan resmi dimulai: Outing Class menuju Yogyakarta.

Dengan menggunakan empat truk, rombongan meninggalkan sekolah menuju Terminal Belik. Di sanalah para siswa berpindah kendaraan dan melanjutkan perjalanan menggunakan bus. Tepat sekitar pukul 09.00 WIB, bus bergerak membawa rombongan menembus gelap malam. Sepanjang perjalanan, suasana penuh keceriaan terasa begitu kuat. Lagu-lagu dinyanyikan bersama, cerita dibagikan, dan rasa lelah seolah sirna.

Bus melaju menyusuri jalur bersejarah Jalan Daendels, melewati wilayah Banyumas, Kebumen, Purworejo, Kulon Progo, hingga akhirnya memasuki Yogyakarta. Perjalanan panjang tersebut menjadi bagian dari pengalaman belajar yang tak terlupakan, mempererat kebersamaan antara siswa dan guru.

Sekitar pukul 02.00 dini hari, rombongan tiba di tujuan pertama. Dalam suasana malam yang tenang dan khidmat, para siswa melaksanakan ziarah di makam wali Allah sekaligus pendiri Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, K.H. Munawwir bin Abdullah. Kegiatan ini menjadi momen refleksi dan pembelajaran spiritual, mengenang jasa ulama besar dalam penyebaran ilmu Al-Qur’an.

Menjelang pagi, rombongan melanjutkan perjalanan ke Masjid Jogokariyan untuk melaksanakan salat Subuh berjamaah. Masjid yang dikenal sebagai masjid percontohan nasional ini memberikan kesan mendalam bagi para siswa, baik dari sisi ibadah maupun pengelolaan masjid yang ramah jamaah.

Saat matahari mulai terbit, perjalanan berlanjut ke Pantai Parangtritis. Debur ombak dan hamparan pasir menyambut rombongan dengan hangat. Di pantai ini, siswa menikmati waktu bermain air dan merasakan keindahan alam, sebelum mengisi energi dengan sarapan pagi bersama.

Pukul 09.00 hingga 11.30 WIB, kegiatan pembelajaran berlanjut di Candi Prambanan. Di hadapan candi megah peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, para siswa belajar sejarah, arsitektur, dan nilai budaya secara langsung. Pengamatan relief dan penjelasan pemandu membuat pembelajaran terasa hidup dan nyata.

Pada pukul 15.00 WIB, rombongan mengunjungi Museum Sonobudoyo, setelah sebelumnya singgah di pusat oleh-oleh khas Yogyakarta. Di museum ini, siswa diajak menelusuri jejak peradaban Jawa melalui berbagai koleksi budaya dan sejarah yang kaya makna.

Menjelang malam, kegiatan ditutup di tempat paling ikonik di Yogyakarta, Malioboro. Di sepanjang kawasan ini, siswa mengamati denyut kehidupan kota: pedagang, seniman jalanan, dan wisatawan yang datang dari berbagai daerah. Hingga sekitar pukul 21.00 WIB, Malioboro menjadi ruang belajar terbuka yang penuh warna.

Perjalanan pulang dimulai malam itu juga. Meski lelah, wajah-wajah puas tampak jelas di dalam bus. Tepat pukul 03.00 dini hari, Kamis, rombongan tiba kembali di SMP Negeri 2 Karangjambu dengan selamat.

Outing class ini bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan perjalanan ilmu, iman, dan kebersamaan. Pengalaman belajar langsung di lapangan menjadi kenangan berharga yang akan terus hidup dalam ingatan para siswa.